Sukoharjo

Sabtu, 01 Juni 2019

Pemkab Sukoharjo Larang Mobil Dinas Untuk Mudik

Gambar ilustrasi by: jpnn

Pemkab menghimbau secara tegas Aparatur Sipil Negara (ASN) supaya tidak menggunakan mobil dinas untuk mudik. Kebijakan ini sesuai dengan hinbauan KPK, jika nekat akan di kenakan teguran.

Agus Santosa selaku sekda kabupaten Sukoharjo susah menghimbau kepada jajaran di bawah, dan ia meyakini bahwa anggota ASN susah memahami dan tidak akan melanggar.

Agus juga menegaskan, mobil dinas tetap tidak boleh di gunakan di wilayah eks keresidenan Surakarta. Tidak ada yang diistimewakan terkait aturan ini.

Selama libur lebaran, mobil dinas tetap di simpan di rumah pengguna sebagai salah satu wujud tanggung jawab. Sedangkan untuk Ambulance, mobil operasional dinas perhubungan, dan pemadam kebakaran tetap di fungsikan seperti biasa. Begitu halnya dengan pelayanan kesehatan di wilayah Sukoharjo.

Pemkab sudah memberikan edaran ke masing-masing instansi supaya mengatur sistem piketnya. 

Jumat, 31 Mei 2019

Biar Nggak Terjebak Macet, Begini Cara Pantau Situasi Jalan Sukoharjo Secara Online


Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah telah menyiapkan akses online untuk para pemudik yang ingin menggunakan jalan di daerah Sukoharjo. Situs ini dapat diakses dengan mudah melalui ponsel melalui tautan http://cctv-dishub.sukoharjokab.go.id.

Dishub berharap bahwa dengan akses melalui CCTV, pengguna jalan akan mencari jalan alternatif lain jika jalan utama mengalami kemacetan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukoharjo, Djoko Indriyanto mengatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan sekitar 23 di sejumlah titik. "Kamera CCTV Departemen Perhubungan memiliki 23 titik, sejauh ini kami memantau CCTV untuk memeriksa kondisi lalu lintas selama mudik ini," katanya, Jumat (31/5).

Meski begitu, ia tidak menampik jika nanti ada kamera CCTV yang tidak bisa diakses karena berbagai gangguan, terutama gangguan server. Tetapi dia memastikan bahwa selama arus mudik dan arus balik, kamera CCTV dapat digunakan dan diakses.

23 dari kamera CCTV yang dijelaskan oleh Djoko dipasang di tempat rawan macet, mulai dari simpang lima Sukoharjo, di depan pasar Ir. Soekarno, Bundaran Pandawa, Solo Baru, Bundaran Kartasura, persimpangan Kartasura, simpang empat Sanggung Gatak, persimpangan Kadilangu dan lokasi strategis lainnya.

Senin, 27 Mei 2019

Pemkab Sukoharjo Ingin Mempermudah Pengurusan Ijin Melalui Ponsel

Gambar by inet

Pemerintah kabupaten sukoharjo kini tengah mebuat wacana untuk mempermudah pembuatan ijin usaha.

Hal ini di rencanakan dengan membuat aplikasi pengurusan ijin berbasis android. Rencana ini baru akan menyasar ke pengurusan ijin ringan yang tidak memerlukan banyak berkas "Kalau berkas banyak juga mungkin masih jauh, untuk awal tentu izin yang ringan" kata Abdul Haris.

Abdul Haris selaku Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu (DPMPSP) mengungkapkan bahwa sukoharjo saat ini sudah berkembang dengan ijin online. Dan tetap akan melakukan terobosan baru "ya tetap ada, nanti kedepan kita akan mempermudah pengurusan ijin" paparnya.

Perlu di ketahui bahwa saat ini kabupaten Sukoharjo sudah di mudahkan dalam pengurusan ijin. Dengan menggunakan komputer yang sudah tersambung ke internet dan tidak perlu datang ke kantor untuk mengurus izin.

Karena perlunya banyak pertimbangan, saat ini pihaknya sedang melakukan diskusi dengan internal DPMPSP mengenai pengurusan izin berbasis aplikasi android ini.

Minggu, 26 Mei 2019

Penambahkan Stok BBM 7persen Untuk Persiapan Mudik Lebaran

Wikipesdia
Lebaran yang tinggal beberapa hari lagi, kabupaten sukoharjo di prediksi akan kedatangan 11ribu pemudik. Jumlah itu belum termasuk pemudik yang hanya melintasi kabupaten sukoharjo.

Untuk menanggulangi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM), Pertamina kabupaten Sukoharjo melakukan penambahan stok sebanyak 7 persen.

"Dari hasil Rapat Koordinasi (Rakor) dengan Setda Sukoharjo, pertamina akan melakukan penambahan stok BBM sebanyak 7 persen." kata Sutarno selaku Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Hal seperti ini di lakukan karena rata-rata konsumsi BBM setiap lebaran mengalami kenaikan 3-4%. Sehinggal dengan melakukan penambahan 7 persen ini di anggap sudah cukup untuk menaggulangi kehabisan stok saat mudik lebaran tahun ini.

Sutarno juga mengharapkan semua SPBU yang berada di jalur mudik untuk bisa buka 24jam.

"Kita minta SPBU yang ada di jalur utama mudik untuk beroperasi 24 jam, dan biasanya SPBU di jalur mudik itu sudah dilengkapi rest area," pungkasnya.

Pospam Sukoharjo yang Siap Tangani Libur Lebaran

Polres Sukoharjo memprediksi bahwa empat titik rawan kemacetan di sepanjang mudik dan arus balik Lebaran di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.

Keempat titik tersebut tersebar di wilayah jalan Yogyakarta-Solo, Semarang-Solo, Solobaru-Grogol dan Simpang Lima di kota tersebut. Dua di antaranya berada di Kartsura, yaitu pertemuan arus dari arah Yogyakarta-Semarang-Solo.

Kepala Kepolisian Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi mengatakan pada hari Minggu (26/5) bahwa daerah Kartasura masih merupakan kemacetan lalu lintas di Sukoharjo. Potensi kepadatan kendaraan dipicu oleh pertemuan arus dari arah Semarang-Yogyakarta-Solo di sekitar persimpangan tiga monumen Kartasura. Selain itu, rute di Kartasura menjadi rute pendukung untuk jalan tol Trans Jawa, yang berada di pintu masuk jalan tol Ngasem.

Rekayasa yang disiapkan adalah menempatkan pos keamanan (pospam) ke sekitar Tugu Simpang Tiga. Simpul lalu lintas padat ada pada titik ini, sehingga pospam juga akan memfasilitasi koordinasi anggota yang berpindah dalam melakukan manajemen dan rekayasa lalu lintas. "Pospam Ngasem dialihkan ke Tempel, Gatak," kata kepala polisi, seperti yang dilaporkan oleh Kontributor Elshinta, Deni Suryanti.

Iwan Saktiadi melanjutkan, pemindahan Pospam Ngasem ke Simpang Sanggung, perbatasan dengan Kabupaten Klaten dimaksudkan untuk mengantisipasi kendaraan yang masuk ke Sukoharjo, menghindari kepadatan di persimpangan tiga monumen Kartasura. Kendaraan itu segera ditarik ke Parangtejo ke Daleman, Baki.

Polisi memprediksi dari lima tahun yang sama tahun sebelumnya, ada peningkatan jumlah pelancong dari arah Yogyakarta. "Rekayasa lalu lintas untuk menghindari kepadatan di persimpangan monumen," tambahnya.

Iwan Saktiadi juga mengatakan, selain prioritas di Kartasura, dua titik utama rute Sukoharjo-Wonogiri juga kewaspadaan petugas sebagai kemacetan, yaitu di Solo Baru dan sekitar Simpang Lima ke jalur Ngoharjo Nguter.

Dua Pospam akan menjaga keamanan jalur di wilayah selatan kabupaten. sehingga total empat pos keamanan Lebaran di Sukoharjo, termasuk pemetaan daerah rawan lalu lintas telah selesai sebelum Operasi Candi Ketupat, menyambut mudik dan kembali ke Idul Fitri 2019. "Total ada empat pos keamanan Lebaran di Sukoharjo," dia menyimpulkan

Selasa, 14 Mei 2019

Tim Densus 88 Anti Teror Amankan Terduga Teroris di Sukoharjo

Ilustrasi by tribun
Densus 88 Antiterorisme mengamankan tersangka teroris dengan inisial A (25) di daerah Gumpang, Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (14/5/2019).

"Ya benar, ada penangkapan pagi ini, tetapi orang itu belum memindahkan KTP ke sini," kata Ketua RT 007 RW 001 Gumpang, Kartasura, Nur Alim, seperti dilansir Tribunsolo.com, Selasa.

A adalah warga negara pindahan. Dia telah menempati rumahnya di Gumpang sejak enam bulan terakhir.

Dalam kehidupan sehari-harinya, A menjual dawet dan angkringan di persimpangan jalan dekat rumahnya. Nur Alim menambahkan, penangkapan terjadi setelah shalat sekitar pukul 05.00 WIB.

"Dia ikut sholat subuh dan kultum di Masjid Al-A'rof (di belakang rumah A)," katanya.

Setelah A sholat subuh, dalam perjalanan pulang, tim Densus 88 langsunh mengamanankan si A. Warga senang ketika A ditangkap.

Sebab, penangkapan berlangsung saat sholat subuh. "Ketika perjalanan akan dibawa ke mobil, dia tersenyum," tambahnya.

Warga tidak berpikir bahwa A terlibat dalam kelompok teroris. "Warga tidak curiga, setiap hari dia normal seperti warga negara lain, dan dia jualan setiap hari," katanya.

Dia menambahkan, pada sore hari, sekitar pukul 1:40 malam, seorang anggota polisi melakukan penggeledahan di rumah A.

"Tepat sebelum pencarian saya dengan Kepala Desa diberitahu untuk menonton, ada lima ponsel dan buku yang diambil," katanya.

Sementara itu tetangga A, Bambang Widiatmoko tidak menyangka tetangganya akan ditangkap oleh Densus 88.

"Kehidupan sehari-harinya normal, tidak ada gerakan mencurigakan. Di sini dia juga membeli rumah enam bulan lalu, jadi identitasnya jelas, tapi mungkin polisi punya pertimbangan sendiri," katanya.