Ikuti Arisan Online, Warga Grogol Tertipu 26Juta

Ilustrasi by tribunnews

Jum'at pagi (26/6) Dini Indriani (21) melaporkan RW ke mapolresta solo atas dugaan penggelapan uang atau penipuan.

Dini sebagai pelapor adalah warga Madegondo, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Sedangkan RW adalah warga Laweyan kota solo.

Dini mengaku mengalami kerugian sebesar 26 juta atas arisan yang di selenggarakan RW sejak setahun terakhir.

Bermula perkenalan mereka berdua adalah sebagai penjual dan pembeli melalui sosial media. Kemudian RW mengadakan arisan sebesar 26 juta yang di ikuti 14 orang.

“Saya ikut dua kuota arisan, setiap dua pekan peserta harus membayar Rp1 juta sebagai biaya arisan. Saya merasa ditipu oleh penyelenggara arisan karena peserta arisan seharusnya mendapat Rp26 juta tapi peserta arisan hanya mendapat Rp25 juta saja. Alasannya yang Rp1juta sebagai biaya administrasi tapi tanpa kesepakatan di awal,” ujarnya.

Dini mengatakan kuota arisan pertama telah dibayarkan Rp25 juta namun slot kedua hanya dibayarkan Rp3,3 juta. Penyelenggara tidak membayar perolehan arisan secara utuh dan Dini harus meminta kepada peserta yang lain.

“Saya tidak mau menerima uang Rp3,3 juta langsung saya kembalikan, dia telah menerima Rp1 juta dari potongan yang ia buat sepihak. Seharusnya dia sebagai penyelenggara profesional kan sudah memotong satu juta setiap perolehan arisan setiap dua pekan,” imbuhnya.

Ia mengaku semula arisan berjalan melalui pertemuan dua pekan sekali, kemudian berubah menjadi arisan grup Whatsapp dengan pembayaran transfer.

Kasatreskrim Polresta Solo, Kompol Fadli, membenarkan telah menerima laporan terkait permasalahan arisan.

“Kami segera memanggil saksi-saksi untuk mengungkap fakta sebenarnya. Modusnya sebuah arisan, penyelenggara tidak membayar perolehan arisan. Kami teliti dulu apakah masuk dalam pidana atau tidak,” ujarnya.

Sumber : Solopos

Post a Comment

أحدث أقدم