Ganjar Minta Pemkot Solo Bikin Perda Tentang Daging Anjing


Gubernur jawa tengah, Ganjar Pranowo mendesak Pemkot solo untuk membuat perda tentang larangan menjual dan mengkonsumsi daging anjing.

Ganjar khawatir konsumsi daging anjing membuat rabies merajalela. Karena memang anjing bukanlah hewan untuk di konsumsi, dan sudah di atur dalam Undang Undang no.18 tahun 2012. Ganjar pun mengajak para pedagang daging anjing untuk ganti profesi.

Di kutip dari detik, ada 13.700 anjing di konsumsi tiap bulan di Soli Raya, dan ada 82 warung menyajikan olahan daging anjing. Gubernur pun mendesak walikota Surakarta untuk segera mencarikan solusi.

Dog Meat Free Indonesia menyebut pasokan daging anjing datang dari Jawa Barat yang notabene belum terbebas rabies. Sehingga tingkat konsumsi hewan pembawa rabies di Jawa Tengah cukup tinggi.

Namun walikota surakarta FX Hadi Rudyatmo tidak langsung setuju.

"Ini mesti kita carikan solusi karena mereka punya keluarga, butuh makan, menyekolahkan anak. Jangan sampai nanti justru dengan adanya pelarangan dan sebagainya justru akan menambah beban bagi pemerintah," kata Rudy.

Diketahui, Karanganyar sudah bergerak lebih dulu. Bupati karanganyar Juliyatmono menutup semua warung olahan daging anjing yang ada di wilayahnya. Tercatat ada 37 Penjual.

Bupati menyiapkan modal 5juta dan fasilitas agar mereka mau ganti profesi. Sejumlah pedagang menolak, namun ada juga yang bersedia mengikuti keputusan tersebut.

Post a Comment

0 Comments