Henry : Tempat Tinggal Pejabat di Pindahkan Saja di Deket PT.RUM Biar Ikut Merasakan

BERI KETERANGAN- Pengacara kondang, Henry Indraguna memberi keterangan terkait ketidaktegasan Pemkab Sukoharjo dalam mengatasi permasalahan limbah PT RUM, Minggu (1/12).
Suaramerdekasolo

Henry Indraguna SH CLA CIL mulai geram dengan permasalahan PT RUM yang berdampak bau tak sedap di desa Plesan, Nguter, Sukoharjo yang belum tuntas hingga sekarang.

Pengacara Kondang tersebut menilai tidak segera ada solusi mengenai dampak limbah menyengat, karena penguasa daerah Sukoharjo tidak memiliki ketegasan dan tidak segera mengambil sikap demi menyelamatkan masyarakatnya yang berada di wilayah terdampak bau menyengat. Pemerintah seolah-olah membiarkan apa yang sedang terjadi.

”Sang Penguasa seolah-olah tidak mendengar dan tidak melihat apa yang terjadi disana (masyarakat yang terkena dampak limbah-red),” tegas advokat yang kerap memenangkan perkara tersebut, di kutip dari SuaraMerdekasolo, Minggu (1/12).

Tidak kunjung adanya penyelesaian, Henry menilai pemerintah daerah selaku pengambil kebijakan "mandul" dalam mengatasi masalah yang muncul.

Supaya mengetahui dan merasakan deritanya masyarakat yang tinggal di sekitar RUM, Henry mengatakan pejabat berwenang tempat tinggalnya di pindahkan saja di deket PT RUM. Disana pasti bisa menjumpai masyarakat yang setiap harinya mencium bau tak sedap dan membuat dada sesak.

Vice President Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Kongres Advokat Indonesia (KAI) tersebut tidak memungkiri, memang suatu daerah memerlukan investor dan pabrik-pabrik untuk menopang pendapatan daerah serta menampung tenaga kerja. Namun apabila muncul permasalahan dengan rakyat, harus segera di carikan solusi.

Kalau penguasa daerah tutup mata dan tutup telinga tentang permasalahan di daerahnya, lanjut Henry, hal ini jelas mencerminkan pemimpin yang tidak arif dan bijak dalam menjalankan kepemimpinannya. Padahal pemimpin daerah itu di pilih oleh rakyat, tetapi ketika rakyat menjerit minta pertolongan, malah seolah-olah tidak tahu, maka betapa perihnya hati rakyat.

Sumber : suara merdeka solo